Probo Diganjar 9 Tahun Penjara

Oleh Wagino
Kamis, 25 Pebruari 2010 00:02

CILACAP, (Cimed) – Bupati Cilacap (nonaktif) Probo Yulastoro, terdakwa kasus korupsi pencairan dana insentif PBB tahun 2004-2008 diganjar 9 tahun penjara oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri Cilacap, Rabu (24/2). Dalam vonis tersebut, hakim menyebutkan jumlah kerugian negara sebesar Rp 21,5 miliar.

Putusan dibacakan majelis hakim yang diketuai Solahudin dengan anggota Heru Budyanto dan Efiyanto secara bergantian selama kurang lebih tujuh jam.

Majelis hakim menyebutkan, Probo terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 16 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain diganjar penjara, Probo diputuskan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan dan uang pengganti Rp 14,107 miliar subsider tiga tahun penjara. Besarnya uang pengganti dengan memperhitungkan uang yang telah disetorkan ke kas daerah dan uang yang diterima Sayidi paling lama dalam waktu satu bulan sesudah keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Lebih lanjut hakim menyebutkan, apabila dalam tenggang waktu tersebut tidak dibayar maka harta benda yang telah disita akan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dan apabila harta benda tidak mencukupi uang pengganti maka diganti dengan pidana selama tiga tahun.

Harta benda yang telah disita berupa sebidang seluas 2.001 meter persegi di Desa Karangjati (Kecamatan Sampang), sebidang tanah seluas 7.000 meter persegi di Desa Karangjati, sebidang tanah seluas 7.722 meter persegi di Desa Karangjati, dan sebidang tanah seluas 776 meter persegi di Perumahan Taman Gading Cilacap.

Putusan hakim ini sedikit berbeda dengan tuntutan jaksa, yang menuntut 9 tahun penjara, denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan dan membayar uang pengganti sebesar Rp 19,970 miliar.

Usai sidang, atas putusan Majelis hakim penasihat hukum Probo, Bambang Sri Wahono dan Guyub Bekti Basuki menyatakan akan piker-pikir dulu untuk mengajukan banding.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: